Lewati ke konten utama

Incident Command

Incident Command dipakai saat terjadi gangguan nyata atau simulasi terkontrol. Tujuannya mencatat kronologi, keputusan, recovery progress, dan evidence secara audit-ready.

Flow Incident

StepActionOutput
1Activate incident dari scenario atau manual trigger.Incident aktif dengan owner dan severity.
2Link BCP/DRP dan crisis template.Recovery plan dan communication plan siap dipakai.
3Pilih alternate site bila recovery membutuhkan kantor cadangan.Alamat, denah, akses, kapasitas, dan transport guidance tersedia.
4Tambah timeline event dan field evidence.Kronologi immutable, photo, route note, readiness evidence.
5Catat decision dan owner.Decision log.
6Kirim / dry-run notification.Queue log dan retry policy.
7Update recovery progress.RTO tracking dan status.
8Close dan post-incident review.Report, finding, CAPA.

Alternate Site Saat Bencana

Feedback operasional yang sering muncul: saat bencana, user tidak cukup hanya tahu “BCP mana yang aktif”. Tim juga perlu tahu kantor cadangan mana yang dipakai, bagaimana menuju ke sana, kapasitasnya berapa, dan evidence lapangan apa yang harus dikumpulkan.

BCM Suite menangani ini melalui Respond > Alternate Sites:

  • alamat, koordinat, dan map URL;
  • denah/floor plan dan foto lokasi;
  • kapasitas, fasilitas, akses, dan catatan keamanan;
  • opsi transport dan estimasi jarak/waktu;
  • readiness status;
  • upload/download/archive asset seperti floor plan, foto, route map, dan dokumen;
  • link dari Strategy, BCP/DRP recovery step, dan Incident timeline.

Aegis AI di Incident

Aegis dapat membantu:

  • merangkum status incident;
  • menyarankan recovery step berdasarkan BCP;
  • menyusun post-incident report draft;
  • mengidentifikasi gap evidence;
  • membantu CAPA draft.

Output tetap draft dan harus direview incident commander atau approver.